KENAKALAN ANAK REMAJA ZAMAN SEKARANG

Usia remaja pada uumnya sudah tidak bisa dikatakan anak-anak lagi. pada usia ini para remaja biasa akan mencari pergaulan yang menyenangkan. Karena pergaulan ini, banyak remaja yang terjerumus akibat salah dalam memilih teman pergaulan. Biasanya kenakalan yang dibuat para remaja tersebut merupakan sekumpulan remaja yang akan kurangnya pengawasan dari orang tua langsung. Kelakuan kenakalan remaja biasa melakukan hal-hal yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat. Hal tersebut terjadi biasanya mereka telah salah dalam pergaulan atau dekat dengan teman yang salah.

Banyak kenakalan remaja yang biasa umum dilakukan seperti berkelahi, membolos sekolah dan sampai parah penyalagunaan narkoba.
Di Indonesia sendiri kenakalan remaja sudah tidak asing di dengar. Kenakalan tersebut bukan hanya merugikan diri remaja tersebut tetapi juga membuat malu keluarga bahkan masyarakat sekitar mereka.
Kurang komonikasi antara remaja dan keluarga juga merupakan salah satu faktor utama kenakalan remaja. Sebagai orang tua wajib sering berkomonikasi kepada anak-anak agar mereka tidak salah dalam memilih pergaulan.

Sebagian para orang tua menganggap bahwa anak remaja memerluka pergaulan yang luas agar anak mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Akan tetapi walaupun demikian sebagai orang tua wajib mengawasi si anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berakhir dengan merugikan si anak, keluarga dan masyarakat sekitar.
Pengontrolan diri yang lemah dapat menyababkan si anak dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif diluar sana. Melanggar norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat walaupun si anak dapat membedakan mana norma yang benar dan mana norma yang salah.

Kurangnya perhatian dari keluarga merupakan penyebab si anak terjerumus ke hal yang tidak baik. Orang tua yang dapat mendidik anak dengan norma-norma yang berlaku didalam keluarga dapat membuat si anak lebih mawas diri ketika berada di luar lingkungan lain. Mengajari si anak dengan pendidikan agama yang tinggi supaya bisa menjadi tameng si anak agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif ketika dia berada di lingkungan berbeda.